Konspirasi Di Balik Tragedi Karbala dan Terbunuhnya Husain ra.

Al-Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, atau yang dikenal sebagai Husain Radhiyallahu ‘anhu, adalah cucu Rosululloh Shallalahu alaihi wa sallam, buah hati dan kecintaannya di dunia. Ia adalah saudara Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, penghulu pemuda penduduk surga. Kedudukan tinggi tersebut tidak ia peroleh, kecuali ia lakoni dengan ujian dan cobaan, dan sungguh Husain Radhiyallahu ‘anhu telah berhasil melewati ujian tersebut secara penuh dengan kesabaran dan keteguhan (tsabat) yang sempurna hingga menemui Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Rosululloh Shallalahu alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu, “Sesungguhnya ini adalah malaikat yang belum pernah turun ke bumi sebelum ini, ia meminta izin kepada Robbnya untuk mengucapkan salam kepadaku dan menyampaikan kabar gembira bahwa Fathimah adalah penghulu kaum wanita penghuni surga dan bahwasanya Hasan serta Husain adalah penghulu para pemuda penghuni surga.” (HR.  Tirmidzi, dishahihkan oleh al-Albani).

Husain Radhiyallahu ‘anhu dan Kronologis Syahidnya

Setelah kekhilafahan dilimpahkan kaum Muslimin kepada Hasan bin ‘Ali Radhiyallahu ‘anhu, kemudian ia turun (lengser) darinya untuk diberikan kepada Mu’awiyah Radhiyallahu ‘anhu untuk memelihara darah kaum Muslimin, dengan syarat selanjutnya Mu’awiyah sendiri yang akan Baca pos ini lebih lanjut

Imam ataukah Tuhan?

Syi’ah meyakini adanya dua belas Imam yang menjadi penerus kenabian. Bagi Syi’ah, masalah Imamah sudah tidak bisa ditawar lagi, karena siapa saja yang menolak beriman pada salah satu saja dari dua belas Imam itu maka dia divonis menjadi kafir. Menolak beriman kepada salah satu Imam saja sudah kafir –apalagi menolak beriman pada kedua belas Imam tersebut–.

Karena siapa saja yang menolak Imamah dianggap kafir, maka sudah tentu masalah Imamah ini merupakan pokok yang terpenting bagi madzhab Syi’ah. Begitu juga para Imam memiliki kedudukan yang sangat penting bagi Syi’ah. Sudah tentu penting, karena Syi’ah meyakini bahwa para Imam adalah penerus kenabian. Barangkali pembaca bertanya-tanya, apakah Syi’ah meyakini bahwa misi kenabian Nabi Muhammad belum selesai sehingga masih diperlukan penerus lagi? Tetapi inilah keyakinan Syi’ah. Syaikh Muhammad Ridha Muzhaffar dalam kitab Aqaidul Imamiyah –yang berisi keyakinan madzhab Syi’ah Imamiyah– pada halaman 66 mengatakan bahwa Imam adalah penerus kenabian. Karena para Imam adalah penerus kenabian, sudah tentu memiliki sifat-sifat “linuwih” kelebihan yang membuat para Imam berbeda dengan kita-kita. Boleh jadi pembaca yang kebetulan Syi’ah akan merah telinganya ketika Imamnya dibandingkan dengan kita-kita. Ok lah, supaya para Imam berbeda dengan para sahabat Nabi yang merampas hak khilafah secara tidak berhak –ini sesuai dengan pendapat Syi’ah–. Jika Imam sama dengan para sahabat Nabi, maka bisa jadi sahabat yang menjadi Imam, karena tidak ada perbedaan antara mereka. Maka akal mengharuskan adanya perbedaan antara Imam dan orang biasa. Baca pos ini lebih lanjut

Syiah ataukah Rafidhah

Apa beda syiah dan rafidhah? Kapan muncul istilah rafidhah? Tamu situs kita, DR. Kamaluddin Nurdin Marjuni, membahas masalah ini, lewat makalahnya yang dikirim pada kami lewat email.

Istilah “Rafidhah” sering kita dengar di berbagai buku, majalah dan media massa, baik di Timur Tengah ataupun di Negara-Negara Islam, Namun sayangnya terdapat beberapa kekeliruan dalam memahaminya, sehingga ungkapan “Rafidhah” belum begitu dipastikan apakah gelaran tersebut untuk seluruh sekte Syi’ah, atau hanya sekte-sekte tertentu saja dalam berbagai aliran Syi’ah?. Untuk menjawab hal ini (hakikat pemakaian istilah “Rafidhah”), maka penulis dalam tulisan ini akan memaparkan asal-usul munculnya “Rafidhah”. Baca pos ini lebih lanjut

Kitab Rujukan/Referensi Syiah Hilang ???

Ada kitab penting syiah yang hilang. Mengapa bisa hilang? Kitab apa yang hilang? Bagaimana bisa hilang? Apa yang terjadi di balik semua ini? Mengapa sebuah madzhab bisa kehilangan kitab referensi utama? Kajian menarik bagi yang ingin mengetahui hakekat madzhab syiah.

Saya yakin tidak ada syiah di Indonesia yang mengetahui hal ini, meskipun dia ustadz lulusan Qum, meski dia adalah Jalaludin Rahmat.

Seperti yang sering kita dengar, konon madzhab syiah adalah madzhab yang otentik dan asli, asli dari Nabi dan ahlulbait. Madzhab ini terpelihara turun temurun, dengan adanya ulama syiah yang selalu menjaga keaslian madzhabnya. Baca pos ini lebih lanjut

Sumber Ajaran Agama Syiah

Sebenarnya dari mana sih umat Syi’ah mengambil ajaran agamanya? Mengapa kita sering mendengar kawan-kawan Syi’ah berdalil dari kitab Shahih Bukhari?.

Sebagaimana Ahlus Sunnah memiliki kitab hadits yang berasal dari Nabi, maka sebagai madzhab, Syi’ah pun harus memiliki kitab-kitab yang berisi sabda para Imam Ahlul Bait, mereka yang wajib diikuti bagi penganut Syi’ah. Lalu mengapa Syi’ah mengemukakan dalil dari kitab-kitab hadits Sunni seperti shahih Bukhari dan Muslim? Mereka menggunakan hadits-hadits itu dalam rangka mendebat Ahlus Sunnah, bukan karena beriman pada isi hadits itu. Lalu apa saja rujukan Syi’ah Imamiyah?

KIAB RUJUKAN AGAMA SYIAHSyi’ah Imamiyah menganggap sabda 12 Imam Ahlul Bait sebagai ajaran yang wajib diikuti, ini sesuai dengan ajaran mereka yang menganggap 12 Imam Ahlul Bait sebagai penerus risalah Nabi. Sabda-sabda tersebut tercantum dalam kitab-kitab Syi’ah, namun sayangnya kitab-kitab itu tidak begitu dikenal atau tepatnya sengaja tidak disebarluaskan oleh penganut Syi’ah di Nusantara. Insya Allah kami akan memudahkan pembaca untuk mendownload sebagian kitab rujukan mereka yang memuat sabda-sabda para Imam Ahlul Bait. Tapi pembaca pasti penasaran untuk membaca sabda Ahlul Bait, karena salah satu murid Imam Ja’far As-Shadiq yang bernama Zurarah mengatakan dalam sebuah riwayat dari Al-Kisyi yang meriwayatkan dalam bukunya Rijalul Kisyi dengan sanadnya dari Muhammad bin Ziyad bin Abi Umair dari Ali bin Atiyyah bahwa Zurarah berkata: “Jika aku menceritakan seluruh yang kudengar dari Abu Abdillah (Ja’far As-Shadiq), maka laki-laki yang mendengar perkataan Imam Ja’far pasti akan berdiri kemaluannya.” (Lihat: Rijalul Kisyi, hal. 134). Lantas, kira-kira cerita apa yang dibawa oleh Imam Ja’far sehingga membuat kemaluan berdiri?. Baca pos ini lebih lanjut

Menolak Dibubarkan, Silatnas Ahlul Bait Tetap Berjalan

Jakarta – Ketua panitia Silaturahmi Nasional (silatnas) Ahlul Bait Indonesia V, Ahmad Hidayat mengatakan, tidak ada alasan pembubaran acara Silatnas yang tengah berlangsung di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta 2-4 April 2010 tersebut.

Hal tersebut dinyatakannya kepada wartawan menyusul aksi massa dari sejumlah organisasi Islam yang menuntut pembubaran acara tersebut. “Kita komitmen untuk teruskan acara hingga akhir,” kata Ahmad.

Koordinator massa penolak acara Silatnas, Ustadz Farid Ahmad Okbah mengatakan, acara Silatnas tersebut ilegal karena tidak mendapatkan izin dari Markas Besar Kepolisian Indonesia. Padahal, kata Farid, acara tingkat nasional harus mendapatkan izin dari Mabes Polri. Baca pos ini lebih lanjut

Kitab Shahih Syiah

Dalam pencarian di literatur Syi’ah, ternyata kita menemukan adanya pernyataan dari ulama Syi’ah tentang kitab Syi’ah yang seluruh isinya shahih. Lalu mana yang benar? Ada kitab shahih atau justru tidak ada?

Shahih Agama SyiahKitab yang paling valid dalam madzhab Syi’ah adalah kitab Al-Kafi yang disusun oleh Al-Kulaini, yang menyatakan dalam pengantar kitabnya: “Saya katakan kamu ingin memiliki kitab yang lengkap, berisi ajaran ilmu agama yang lengkap bagi pelajar dan dijadikan rujukan bagi mereka yang ingin mencari petunjuk, menjadi referensi bagi mereka yang ingin mencari ilmu agama dan mengamalkannya dengan riwayat yang shahih dari orang-orang jujur.” (pengantar kitab Al-Kafi, hal. 7).

Sementara itu Ali Akbar Al-Ghifari, pentahqiq kitab Al-Kafi menyatakan: “Madzhab Imamiyah telah sepakat bahwa seluruh isi kitab Al-Kafi adalah shahih.” Baca pos ini lebih lanjut